Senin, 19 April 2010
GEJALA AUTISME
AUTISME
Autisme adalah suatu kondisi mengenai seseorang sejak lahir ataupun saat masa balita, yang membuat dirinya tidak dapat membentuk hubungan sosial atau komunikasi yang normal. Akibatnya anak tersebut terisolasi dari manusia lain dan masuk dalam dunia repetitive, aktivitas dan minat yang obsesif. (Baron-Cohen, 1993). Menurut Power (1989) karakteristik anak dengan autisme adalah adanya 6 gangguan dalam bidang:
- interaksi sosial,
- komunikasi (bahasa dan bicara),
- perilaku-emosi,
- pola bermain,
- gangguan sensorik dan motorik
- perkembangan terlambat atau tidak normal.
Gejala ini mulai tampak sejak lahir atau saat masih kecil; biasanya sebelum anak berusia 3 tahun.
Autisme dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder R-IV merupakan salah satu dari lima jenis gangguan dibawah payung PDD (Perpasive Development Disorder) di luar ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) dan ADD (Attention Deficit Disorder). Gangguan perkembangan perpasiv (PDD) adalah istilah yang dipakai untuk menggambarkan beberapa kelompok gangguan perkembangan di bawah (umbrella term) PDD, yaitu:
- Autistic Disorder (Autism) Muncul sebelum usia 3 tahun dan ditunjukkan adanya hambatan dalam interaksi sosial, komunikasi dan kemampuan bermain secara imaginatif serta adanya perilaku stereotip pada minat dan aktivitas.
- Asperger’s Syndrome Hambatan perkembangan interaksi sosial dan adanya minat dan aktivitas yang terbatas, secara umum tidak menunjukkan keterlambatan bahasa dan bicara, serta memiliki tingkat intelegensia rata-rata hingga di atas rata-rata.
- Pervasive Developmental Disorder – Not Otherwise Specified (PDD-NOS) Merujuk pada istilah atypical autism, diagnosa PDD-NOS berlaku bila seorang anak tidak menunjukkan keseluruhan kriteria pada diagnosa tertentu (Autisme, Asperger atau Rett Syndrome).
- Rett’s Syndrome Lebih sering terjadi pada anak perempuan dan jarang terjadi pada anak laki-laki. Sempat mengalami perkembangan yang normal kemudian terjadi kemunduran/kehilangan kemampuan yang dimilikinya; kehilangan kemampuan fungsional tangan yang digantikan dengan gerakkan-gerakkan tangan yang berulang-ulang pada rentang usia 1 – 4 tahun.
- Childhood Disintegrative Disorder (CDD) Menunjukkan perkembangan yang normal selama 2 tahun pertama usia perkembangan kemudian tiba-tiba kehilangan kemampuan-kemampuan yang telah dicapai sebelumnya.
Diagnosa Perpasive Develompmental Disorder Not Otherwise Specified (PDD – NOS) umumnya digunakan atau dipakai di Amerika Serikat untuk menjelaskan adanya beberapa karakteristik autisme pada seseorang (Howlin, 1998: 79). National Information Center for Children and Youth with Disabilities (NICHCY) di Amerika Serikat menyatakan bahwa Autisme dan PDD – NOS adalah gangguan perkembangan yang cenderung memiliki karakteristik serupa dan gejalanya muncul sebelum usia 3 tahun. Keduanya merupakan gangguan yang bersifat neurologis yang mempengaruhi kemampuan berkomunikasi, pemahaman bahasa, bermain dan kemampuan berhubungan dengan orang lain. Ketidakmampuan beradaptasi pada perubahan dan adanya respon-respon yang tidak wajar terhadap pengalaman sensoris seringkali juga dihubungkan pada gejala autisme.
Selasa, 02 Maret 2010
tulisan untuk psikologi anak khusus
semenjak kau pergi
sebagian jiwaku mati
sepi senantiasa menghantui
hidupqu tak berarti lagi
semenjak kau pergi
tak ada lagi yang peduli
tak ada lagi yang mengerti
aku terasing diduniaku sendiri
aku terbujur pada dingin dan gelap
hanya bisa meratap
hanya bisa mengharap
tak bisakah kau kembali
mengusir perihnya sunyi
hapus pedihnya sepi
bangunkan aku dan mati suri
seorang putri dan bundanya
seorang anak,
bunda,
keluarga,
sekolah
dan cinta
seorang ibu yang menangis karena galau
akan kondisi putrinya
pada mulanya
itu adalah putri dan bundanya
bila ada hilir yang mudik kesana kemari
mencari sejumput informasi
untuk masa depan si buah hati
maka itu adalah,putri dan bundanya
bilamana ada juga orang tua membawa sarapan
ngulek sambel disekolah untuk teman lauk dan lalapan
dimakan bersama putri dan guru-guru di saung kenangan
berbagi pedas,keringat
dan canda tawa
maka mereka adalah putri dan bundanya
siapa sangka jika kemudian
meski dalam hal ketinggalan
si putri rupanya jago hafalan
mulai dari anas-hingga al-insan
dan masih terus bertambah semoga hingga 30 juz khatam
senyum senang riang hati sang ibu bukan kepalang
legenda sang ibu kepada putrinya
bukanlah mitos belaka
berkilo-kilo meter jaraj cirebon sampai jakarta
dilalui olehnya bagai sejengkalan
setiap pagi,setiap hari
bergelut dengan debu,bahkan hingga tersungkur jatuh
diserempet truk yang tak tahu malu
putri dan bundanya,bahwa perjuangan tidak boleh berhenti
belum apa-apa
cerita bahagianya,bingkisan jajanan pasarnya
juga keluh kesahnya,dan sembab air matanya
adalah hadiah yang membasuh jiwa
maka jikalau boleh anakmu ini,menuliskan pesan,ingatlah selalu
dengan seorang yang duduk di depan komputer bagi batu
dan ia ingin menulis seperti ini:
"bahwa mereka yang berjiwa besar akan menciptakan kebesaran dimanapun ia berada
dan kebesarannya itu tidak akan pernah mengecil hanya karena harus berada ditempat kecil,
ya tuhan yang maha kuasa
ia maha melihat setiap tetes air mata
ia maha mendengar setiap bait doa dari tengadah telapak tangan
mereka adalah tiket perjumpaan kelak dengannya di surga
maka bila ada bunda dan putrinya
yang menapaki masa depan dengan kepala tegak
dan semangat yang menyala-nyala
maka bisa di pastikan,ia adalah putri dan bundanya.......
Minggu, 28 Februari 2010
tugas kretifitas (teori-teori)
1. mengapa kreatifitas begitu bermakna dalam hidup?
>karena dengan kreatif merupakan hal yang bermanfaat untuk kehidupan seperti dengan karya seni dan ide-ide.
2. mengapa kreatif perlu di pupuk sejak dini?
>agar manusia terlatih dan mempunyai sifat yang kreatif dan menghasilkan apa yang di inginkan
3. bagaimana peranan atau strategi 4p untuk anak kreatif?
>4p yaitu:pendekatan pribadi kratif, pendekatan proses kratif, pendekatan produk kreatif
peranannya:kreatif di tanamkan sejak dini pada anak itu bila dewasa bisa membuat ide-ide atau karya seni
4. Guillford(1967)intelegensi=konvergen,kreatif=divergen,bagaimana pendapat anda?
>guillford(1967) kemampuan konvergen hanya menghasilkan satu alternatif berpikir yaitu:kemampuan divergen menghasilkan banyak alternatif cara berpikir yaitu kreatifitas.
5. 3 contoh perilaku kreatif mencerminkan teori freud psikoanalisa dan teori krisis(mekanisme pertahanan)?
>represi: secara tidak sadar melupakan pengalaman yang tidak menyenangkan untuk di ingat
kompensasi: berusaha mengimbangi ketidak mampuan yang dilakukan secara tidak sadar dengan menonjolkan kepada hal-hal lain
sublimasi: jika tidak mampu memenuhi dorongan seks, mengimbangi dengan kreatifitas di bidang seni.
tugas minggu ke-3
1. jelaskan teori otak kanan dan otak kiri,contohnya?
>belahan otak kanan berfungsi mengontrol tubuh bagian kiri
belahan otak kiri berfungsi mengontrol tubuh bagian kanan.belahan otak kanan dan kiri menanggapi secara khas.
contoh:otak kiri: intelektual, rasional, verbal horizontal, kongkret realistis
otak kanan:emosiopnal, intuitif, non verbal, vertikal, abstrak, implunsif
2. mengapa otak kanan dan kiri harus bekerja secara seimbang?
>karena otak kanan dan kiri berfungsi saling melengkapi, bekerja secara kooperatif dalam memproses informasi.
3. bagaimana cara untuk menyeimbangkan cara kerja belahan otak kanan dan kiri?
>menyeimbangkan kemampuan otak kiri dan otak kanan agar saling seimbang.
4. bagaimana mengembangkan kreatifitas pada anak dimana otak kanannya terlambat?
>melatih otak fungsi otak kanan anak tersebut yaitu:mengembangkan kratifitas anak tersebut.
gangguan pemusatan perhatian(hiperaktif)
anak seperti ini adalah anak perlu perhatian khusus dari orang terdekatnya,ini disebut anak berkebutuhan khusus yaitu anak dengan karakteristik khusus yang berbeda dengan anak pada umumnya tanpa selalu menunjukan pada ketidakmampuan mental, emosi atau fisik.
karakteristik khususnya yang berbeda bisa dilihat dalam hal:
etnik, budaya, bahasa, gender, intelektual, motorik, sensori, juga bisa berbeda dalam hal khusus ekonomi, kondisi sosial, emosi, kondisi kesehatan, dan kondisi lainnya.
setiap anak mempunyai kekurangan namun sekaligus mempunyai kelebihan, oleh karena itu dalam memandang anak berkebutuhan khusus, kita harus melihat dari segi kemampuan sekaligus ketidak mampuannya,anak berkebutuhan khusus hendaknya kelainan,baik dalam bentuk perhatian kasih sayang, pendidikan maupun dalam berinteraksi sosial,dengan demikian mereka akan dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya secara optimal.didasari bahwa kelainan seorang anak memiliki tingkatan dari yang paling ringan sampai yang paling berat, dari kelainan tunggal, ganda hingga yang kompleks yang berkaitan dengan emosi, fisik, psikis dan sosial.dan menyebar didaerah pedesaan,perkotaan bahkan didaerah-daerah terpencil.
untuk mengatasi permasalahan tersebut telah disediakan berbagai bentuk layanan pendidikan(sekolah)bagi mereka.sekolah untuk anak berkebutuhan khusus ada beberapa macam, ada sekolah luar biasa(sLb),atau pendidikan inklusi.dimana SLB yaitu sekolah yang dirancang khusus untuk anak-anak berkebutuhan khusus dari satu jenis kelainan.sedangkan pendidikan inklusi merupakan sebuah pendekatan yang berusaha mentransformasi sistem pendidikan dengan meniadakan hambatan-hambatan yang dapat menghalangi setiap siswa untuk berpartisipasi penuh dalam pendidikan.
inklusi merupakan perubahan praktis yang memberi peluang anak dengan latar belakang dan kemampuan yang berbeda bisa berhasil dalam belajar.perubahan ini tidak hanya menguntungkan anak yang sering tersisihkan seperti anak berkebutuhan khusus tetrapi semua anak dan orang tuanya,semua guru dan administrator sekolah dan setiap anggota masyarakat.
tujuannya:
*memastikan bahwa semua anak memiliki akses terhadap pendidikan yang menjangkau,efektif,relevan,dan tepat dalam wilayah tempat tinggalnya(sue stubbs,save the
children UK)
*memastikan semua pihak untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif agar seluruh anak terlibat dalam proses pembelajaran.
> anak-anak yang hiperaktif atau gangguan pemusatan perhatian ini ada beberapa macam karakteristiknya:
1. perhatian mudah teralih
2. menghentikan/meninggalkan suatu tugas sebelum selesai
3. sering beralih dari suatu kegiatan ke kegiatan lain
4. dalam situasi yang menurut keadaan yang relatif tenang anak tampak gelisah
5. berjalan mondar-mandir
6. berbicara berbelat-belit,suka memotong pembicaraan
7. tidak sabar menunggu giliran
8. memberi respon yang terlalu cepat(impulsif)
cara membantunya:
1. ajarkan untuk membuat jadwal harian sesuai dengan ketahanan konsentrasi anak
2. latihan disiplin gunakan pengolahan perilaku, berikan pujian untuk perilaku yang diharapkan dan abaikan untuk perilaku yang tidak diharapkan
3. ajarkan untuk membuat kesepakatan yang juga berlaku umtuk semua siswa dikelas
4. hindari pajangan yang menempel dikelas, gunakan sudut abu ketika ia membutuhkan waktu untuk konsentrasi
5. jika memungkinkan konsultasikan dengan tenaga ahli(dokter anak, psikologi)
dari yang disebutkan tadi itu adalah cara penangannya, anak yang hiperaktif,contohnya ada di sekolah dasar SD 24 jakarta.disitu adalah pendidikan khusus atau inklusi.Disini diajarkan berbagai aspek untuk menangani anak-anak yang mentalnya mungkin kurang.
coba lebih perhatikan anak-anak yang kemampuannya kurang,coba untuk lebih diperhatikan.